Ampuhkah Vaksin Sinovac Dan Astrazeneca Lawan Varian Baru Covid

Hal ini membuat para pejabat kesehatan khawatir, varian baru virus corona dapat berubah menjadi lebih banyak bentuk yang lebih kuat melawan efek vaksin – seperti halnya influenza yang terjadi hampir setiap tahun. Sebelumnya, Kesehatan Masyarakat Inggris menyatakan, efektivitas 1 dosis vaksin Pfizer dan AstraZeneca cenderung lebih rendah dalam melawan infeksi COVID-19 akibat varian Delta, dibandingkan 2 dosis vaksin. Laman TRT World, Jumat, 8 Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 Januari 2021 melaporkan penelitian dilakukan pada darah yang diambil dari orang yang telah diberi vaksin. Penemuannya terbatas karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada varian baru virus tersebut. Dalam studi tersebut vaksin virus korona menunjukkan kemanjuran dalam menetralkan virus yang disebut sebagai mutasi lonjakan protein N501Y.

Mereka yang terinfeksi varian B117, menurut ONS, lebih cenderung mengalami batuk terus-menerus , kelelahan , nyeri otot , sakit tenggorokan , dan demam dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi varian awal virus korona. Para pakar berkata vaksin dapat didesain ulang dan diotak-atik supaya lebih cocok dengan varian baru dalam waktu beberapa minggu atau bulan bila diperlukan. Prof. Sarah Gilbert, pemimpin tim pengembangan vaksin di Oxford, berkata vaksinnya seharusnya masih bisa melindungi dari penyakit parah.

Seorang juru bicara Sinovac belum bisa dihubungi untuk berkomentar soal penelitian tersebut. Namun kepala eksekutif perusahaan, Yin Weidong, pernah mengatakan pihaknya dapat menggunakan kapasitas penelitian dan manufaktur untuk mengembangkan vaksin baru yang melawan varian lain jika diperlakukan. Varian baru Corona yang saat ini ditemukan memunculkan sejumlah kekhawatiran mengenai efektivitas vaksin yang dikembangkan. Studi demi studi pun dilakukan untuk melihat apakah ada kemungkinan vaksin Corona tidak merespons kekebalan yang diciptakan oleh vaksin. Mengutip sebuah riset di jurnal Natural Medicine, kedua perusahaan menyebut vaksin menghasilkan antibodi yang dapat menetralkan mutasi virus tersebut.

Salah satu ilmuwan top Pfizer, Phil Dormitzer mengatakan, hasil sementara itu cukup menggembirakan. Pasalnya, vaksin tersebut tampaknya efektif melawan salah satu jenis mutasi virus, serta 15 jenis mutasi lain yang telah diuji sebelumnya. Efikasi vaksin tersebut untuk lansia sempat menjadi sorotan karena dianggap rendah.

Vaksin Astra Zaneca ampuh melawan varian baru covid

Setelah memutuskan membatalkan penggunaan Astra Zeneca, Asel kini bekerja sama dengan tim dari Johnson & Johon untuk meneliti vaksin yang akan digunakan. Rencananya Afsel akan ingin melakukan vaksinasi kepada forty juta orag demi membentuk herd immunity. Thailand makin percaya diri untuk memulihkan industri pariwisata setelah program vaksinasi COVID-19 dimulai. Korsel mengizinkan penggunaan vaksin AstraZene untuk semua orang di atas 18 tahun.

JAKARTA – Vaksin corona yang dikembangkan raksasa farmasi AS, Pfizer, berkolaborasi dengan perusahaan Jerman, BioNTech, dilaporkan dapat bekerja melawan varian baru Covid-19 hasil mutasi yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Dilansir dari BBC, vaksin Pfizer terbukti 88 persen efektif untuk menghentikan penyakit simptomatik dari varian Covid-19 asal India dua minggu setelah dosis kedua. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan keefektifan 93% terhadap varian Kent. GenPI.co – Pelaksanaan program vaksinasi di Indonesia sempat diwarnai dengan temuan varian mutasi virus baru dari Covid-19. Varian virus corona Afrika Selatan juga dikenal sebagai B.1.351, yang berbagi beberapa mutasi sama dengan varian virus corona Inggris dan Brasil. “Dua minggu setelah mendapatkan dosis penguat, tingkat antibodi mereka meningkat melawan apa yang disebut virus corona tipe liar – varian yang paling umum di seluruh dunia – serta B.1.351 dan P.1,” kata Moderna dalam sebuah pernyataan.

Penelitian di negara lain varian b117 disebutkan lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan. Dormitzer mencatat mutasi lain yang ditemukan pada varian virus covid-19 di Afrika Selatan. Penelitian terbaru menemukan bahwa jab melawan “varian Kent” yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 baru akhir tahun lalu. Data juga mengungkapkan tanda-tanda lebih lanjut bahwa vaksin dapat bekerja untuk mengurangi penularan.

Pemberian dua dosis vaksin buatan Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca terbukti ampuh melawan varian virus corona Covid-19 asal Inggris dan India. Hal tersebut sebagaimana tergambar dari hasil riset Public Health England melalui sampel yang diambil di Inggris sejak 5 April 2021. Dalam upaya melawan pandemi Covid-19 dengan berbagai macam variasi mutasi virus corona, program vaksinasi nasional pun dilakukan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Untuk penggunaan vaksin di Indonesia, vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac dan AstraZeneca jadi dua jenis vaksin yang mendominasi dalam program vaksinasi nasional yang saat ini masih terus berjalan. Studi pengujian vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dilakukan pada sampel darah yang diambil dari orang yang diberi vaksin. Menurut Dormitzer, penemuan ini masih terbatas karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi virus yang ditemukan pada varian baru corona yang menyebar dengan cepat tersebut.