Berita Terkini Untuk Mutasi Covid 19

Para pejabat mengatakan India menghasilkan cukup oksigen untuk memenuhi lonjakan permintaan, tetapi transportasi adalah masalahnya – meskipun hal ini dipertanyakan oleh para ahli. Seperti yang dikatakan seorang ahli, “infrastruktur kesehatan publik India selalu rusak, orang kaya dan kelas menengah baru mengetahuinya”. Surabaya (beritajatim.com) – Virus SarCov-2 atau yang kita kenal sebagai virus Corona aka. Covid-19 merupakan virus berbasis RNA, yang bersifat Single-stranded RNA sehingga mudah untuk mengalami mutasi. Walau setiap negara telah melakukan pembatasan perjalanan dan melakukan berbagai tes dan isolasi, infeksi tetap bisa terjadi.

KONTAN.CO.ID -LONDON. Di tengah dimulainya langkah vaksinasi yang dilakukan sejumlah negara, kemunculan varian baru virus corona memicu kekhawatiran. Pasalnya varian baru virus corona tersebut selain diduga lebih menular, juga disebutkan lebih mematikan. Di period globalisasi seperti sekarang, varian virus semacam ini dapat menyebar dengan cepat. Dan jika varian-varian baru ini semakin beradaptasi dengan inang manusianya, maka antibodi yang dibentuk oleh vaksinasi atau infeksi, tidak akan dapat melindungi kita lagi pada titik tertentu. Komentar Kejriwal muncul setelah Singapura memperingatkan bahwa varian virus baru, seperti yang pertama kali terdeteksi di India, mempengaruhi lebih banyak anak dan memerintahkan sebagian besar sekolah ditutup untuk menahan lonjakan kasus baru. Pencegahan penularan bisa dilakukan orang-orang dengan menerapkan protokol kesehatan meliputi mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta vaksinasi.

Tidak ada bukti yang ada bahwa mutasi apa pun dari virus corona dapat menyebabkan penyakit yang jauh lebih serius bagi sebagian besar orang. Sama seperti versi aslinya, risiko tetap tinggi untuk lansia dan Togel Online penderita penyakit penyerta. Pemerintah memberlakukan tindakan untuk mencegah penyebaran varian baru corona India dengan memperkuat surveilans genomik di pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara.

Data genomik dari varian terbaru virus Corona ‘blasteran’ Inggris-India tersebut akan segera dipublikasikan. Saat ini, WHO tengah bekerja sama dengan pemerintah Vietnam untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Peneliti menduga bahwa kedua mutasi tersebut menjadi kunci dari kemampuan varian baru Corona tersebut lebih mudah menular. Mereka yang mampu selalu bergantung pada rumah sakit swasta untuk perawatan, sementara orang miskin kesulitan hanya untuk mendapatkan janji dengan dokter.

Muncul varian baru covid dari India

Tidak hanya di negara India sendiri, kasus infeksi varian COVID-19 dari India juga sudah mulai banyak ditemukan di negara lain, termasuk di Indonesia. Empat orang di Inggris meninggal setelah tertular oleh virus Covid-19 varian India. Johnson mengatakan sejumlah bukti bahwa virus varian baru ini lebih berbahaya bisa “menjadi gangguan serius” bagi rencana pemerintah Inggris untuk mencabut semua pembatasan COVID-19 bulan depan. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknikal COVID-19 di WHO, mengatakan masih dibutuhkan informasi lebih lanjut tentang penyebaran virus varian baru ini secara global.

Terlebih kegiatan perekonomian harus terus berjalan aman dan menghindari pengeluaran tes antigen sehingga pembiayaan tidak besar. Pemerintah sudah menyiapkan vaksin mandiri untuk para pengusaha yang diinisasi oleh Kadin dengan tujuan percepatan vaksinasi. Gejala utama virus B.1.1.7 sama dengan gejala umum Covid-19, seperti batuk, radang tenggorokan, dan pegal-pegal.

Dua diantaranya telah dikaitkan dengan tingkat penularan yang lebih tinggi dan salah satunya, sama seperti varian Gamma, bahkan telah dikaitkan dengan pelarian kekebalan, yang memungkinkan patogen untuk menghindari sistem kekebalan manusia. Menurut WHO, studi berbasis laboratorium dengan ukuran sampel terbatas menunjukkan potensi peningkatan penularan. Gambaran penularan menjadi rumit karena varian B.117 yang sangat mudah ditularkan yang pertama kali terdeteksi di Inggris berada di belakang lonjakan di beberapa bagian India. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya telah dilaporkan sejak akhir April tahun ini. 47 kematian terkait COVID-19 telah dilaporkan di Vietnam, sesuai information oleh Universitas John Hopkins.

“Orang sering tinggal berdekatan dan infeksi bisa menyebar dengan cepat,” kata Dr. Zeynep Eralp. Orang-orang di pegunungan tidak suka pergi ke rumah sakit, jadi “kita harus pergi ke mereka,” tambahnya. Seorang virolog di Louisiana State University, Amerika Serikat, Dr Jeremy Kamil, mengatakan salah satu mutasi pada varian B1617 ini mirip dengan yang ada pada varian dari Afrika Selatan dan Brasil. Mutasi ini bisa membantu virus menghindari antibodi, baik dari infeksi sebelumnya maupun hasil vaksinasi. “Alternatif terbaik dan paling efektif untuk memerangi Covid adalah dengan memvaksinasi populasi secepat mungkin sehingga mayoritas tidak memerlukan perawatan rumah sakit dan karenanya tidak membebani sistem perawatan kesehatan secara berlebihan.”

Pemerintah telah meminta perusahaan lain seperti Biological E dan Haffkine Institute yang dikelola negara untuk memproduksi vaksin. India memiliki jutaan dosis lagi yang dipesan, tetapi masih jauh dari yang sebenarnya dibutuhkan. Pemerintah juga telah membatalkan ekspor vaksin, mengingkari komitmen yang telah dibuat dengan negara-negara lain.